Pada suatu hari tetangga Anda sedang menggoreng ikan. Baunya sampai ke bagian belakang rumah Anda, dan tentu saja Anda ikut membaui gorengan ikan itu. Dulu pada jaman Nabi, tetangga Anda wajib memberi Anda ikan gorengnya. Tetapi manalah ada perbuatan terpuji seperti itu pada jaman sekarang ini. Lalu, apa yang Anda perbuat?

Mungkin Anda komplain ke tetangga karena bau itu tidak sekali dua kali saja sampai ke rumah Anda, tetapi hampir setiap hari! Anda merasa mual karena Anda sama sekali tidak suka bau itu.

Bagaimana kalau tetangga Anda menyebarkan bau wangi? Mungkin di dalam hati Anda berkata, “sering-sering deh seperti ini”. Anda kebetulan sangat menyukai aromanya.

Tetapi bagaimana kalau tetangga Anda menyebarkan gelombang elektromagnetik karena tetangga Anda memiliki koneksi Internet wireless? Mungkin saja Anda tidak akan komplain karena memang gelombang itu sama sekali tidak menggannggu. Bahkan dengan menggunakan sebuah laptop, merapat ke dinding yang berdekatan dengan tetangga Anda, Anda dapat ikut serta menikmati layanan akses Internet di dalam rumah Anda. Tentu Anda melakukannya dengan diam-diam.

Selain Tuhan, Anda tak mau orang lain mengetahui. Takutnya, kalau anak sendiri pun tahu, jangan-jangan secara tak sengaja ia bisa cerita dan ketahuan. Selain malu, Anda tak lagi menikmati Internet gratisan!

Kalau di Indonesia, mungkin Anda akan aman-aman saja. Tetapi kalau Anda melakukannya di luar negeri, hati-hati, dan bahkan jangan sekali-kali melakukannya. Pasalnya di London Barat dua hari lalu, Briton ditangkap polisi gara-gara akses Internet melalui koneksi wireless milik orang lain. Polisi menangkapnya pada saat dia asyik bersandar di dinding rumah orang sambil buka laptop. Karena sudah ketangkap basah, Briton mengaku kepada polisi bahwa ia browsing Internet menggunakan koneksi broadband yang lemah sekuritinya di dalam rumah tersebut!

Advertisements