Hobi menanam masih menyisakan rasa yang mengganjal. Pasalnya saya masih menggunakan pot plastik, walaupun memang pot-pot yang saya gunakan itu sisa-sisa dari yang lama. Kini setelah menyadari plastik yang tidak mudah terurai di alam, yang akan menjandi sampah “abadi”, terpikir untuk menggunakan pot tanah. Tentunya pot tanah ini akan lebih mudah terurai nantinya bila dibuang sebagai sampah daripada plastik.

Selain itu, yang sekarang masih kepikiran juga adalah penggunaan pakis sebagai bagian dari media tanam. Konon, dengan maraknya bisnis tanaman saat ini, banyak orang  mencari tanaman pakis ke hutan-hutan. Ini berarti juga merusak lingkungan.  Untungnya ada pelaku-pelaku bisnis tanaman yang mulai sadar dan katanya ada media alternatif pengganti pakis. Tapi sampai saat ini saya belum menemukan.

Sebenarnya ada alternatif pakis yang sangat ramah lingkungan, yaitu sekam. Tapi saya pengalaman menggunakan sekam dan tidak ingin menggunakan lagi. Pasalnya ketika sekam itu membusuk memunculkan mikroorganisme, semaca ulat-ulat kecil. Selain itu ada sekam yang tumbuh atau bertunas dan itu nggak satu dua tapi lumayan.

Ada yang menggunakan sekam yang sudah dibakar, kelihatannya lebih bagus. Tapi sekam bakar tentu tidak ramah lingkungan, lha ketika sekam dibakar kan melepaskan gas karbondioksida ke udara…..

Sampai kini masih berharap media alternatif tadi. Sementara ini saya akan menghabiskan pakis yang saya beli sebelumnya, maklum sebelumnya nggak ngeh kalau penggunaan pakis itu berarti ikut berkontribusi pada perusakan hutan.

Advertisements