renungan


TV 3D kini sudah tersedia walaupun belum ada siaran TV 3D. Setidaknya beberapa bulan mendatang baru akan bermunculan stasiun TV yang menyiarkan program 3D. Beberapa jaringan televisi seperti ESPN dan Discovery bulan-bulan mendatang akan menyajikan program 3D. Sementara ini TV 3D bisa dipakai untuk memutar film Blu-ray 3D seperti Avatar yang populer itu.

TV 3D dari Samsung yang dirilis beberapa minggu lalu sudah tersedia di toko online seperti Amazon.com. Dua model di antaranya adalah Samsung UN46C7000 dan UN55C7000 yang masing-masing berlayar 46 dan 55 inci. Harganya sekitar 3.000 dolar.

Uniknya TV Samsung itu tidak hanya untuk menayangkan film dari Blu-ray player atau siaran TV 3D, tetapi juga dapat digunakan untuk akses Internet. Koneksi ke Internet bisa melalui wireless LAN maupun kabel Ethernet. Selain itu, TV ini dilengkapi dengan port USB sehingga dapat untuk memutar video atau menampilkan foto dari USB drive.

Untuk melihat tayangan 3D, dibutuhkan kacamata khusus. Samsung menyediakan kacamata itu yang dijual terpisah. Kacamata itu fungsinya menutup mata kanan dan kiri secara bergantian ketika gambar TV menayangkan gambar untuk mata kanan dan kiri secara bergantian pula. Pergantian itu berkecepatan tinggi, dan hal tersebut menimbulkan efek 3-dimensi, seperti yang dikemukakan oleh 3D TV Buying Guide.

 Anda berminat? Samsung bulan-bulan ini melakukan demo produknya di beberapa kota di Indonesia.

Seperti biasa, setiap pameran besar, Bill Gates – pendiri Microsoft, selalu menyampaikan keynote-nya. Pandangan-pandangannya di dalam keynote biasanya sangat ditunggu-tunggu oleh peserta pameran maupun para pengamat. Maklum, Microsoft adalah salah satu trend setter teknologi informasi.
Pada Consumer Electronics Show awal Januari ini, keynote Gates sangat mengejutkan. Dia menyatakan akan “pensiun” dari Microsoft pertengahan tahun ini dan akan lebih berkonsentrasi pada yayasan amal yang ia dirikan bersama istrinya, Melinda Gates Foundation.
Kalau uang sudah melimpah, apalagi yang dicari? Barangkali dia merasakan hal yang berbeda ketika memberikan bantuan-bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Jadi dia memutuskan untuk lebih banyak beramal di sisa usianya. Mungkin saja……

Setelah membaca dan mengikuti seminar Quantum Ikhlas, bahasan yang paling menarik bagi saya adalah yang berkaitan dengan teori fisika kuantum. Teori itu menyatakan bahwa sebagian besar materi semua benda itu terdiri atas ruang kosong!

Jadi kursi, meja, kertas, tas kresek, beton, besi, emas, berlian, dan semua benda di alam semesta ini, sebagian besar terdiri atas kekosongan. Benda itu pada hakikatnya hanyalah vibrasi-vibrasi energi! Jadi benda yang bisa kita raba itu hanyalah sebuah kesan kita saja! Perasaan kita saja bahwa benda itu terasa padat dan “nyata” ada. Subkhanallah, Allah Maha Suci.

Jadi ngapain mengejar dunia sampai stres? Yang kita kejar siang malam itu tidak ada, bayangan saja! Inikah yang disebut dengan kesemuan dan kefanaan dunia?

Jika benar bahwa semua benda ini hanyalah vibrasi energi, maka tenung akhirnya nanti dapat dijelaskan secara ilmiah. Perpindahan manusia secara sekejap dari satu tempat ke tempat lain, seperti certita-cerita orang sakti jaman dahulu, juga bukanlah mistis seperti yang kita kira selama ini. Fantasi transfer manusia dari satu tempat di pesawat ruang angkasa ke tempat lain dalam film Startrek tidaklah mustahil untuk diwujudkan.

Fisika kuantum saat ini memang belum bisa menjelaskan semua hal itu. Mungkin pada suatu hari nanti, atau tak pernah sama sekali. Wallahualam.

Hari ini saya mengijinkan permintaan anak saya untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel). Tadinya saya kurang sreg dengan bimbel. Pertama, sudah belajar di sekolah kok masih harus belajar lagi materi yang sama di luar jam sekolah. Kedua, kapan waktu mainnya. Di luar jam sekolah sekarang sudah ikut Sempoa dan kursus Inggris.

Ketiga, bimbel itu yang saya tahu belajar soal-soal, alias belajar jalan pintas. Padahal belajar yang menarik itu yang mengutamakan proses. Bagaimana seorang Newton dapat menghasilkan rumus gerak yang sampai sekarang masih dipakai itu. Pelajaran Fisika misalnya akan menjadi menarik bila disampaikan dengan menceritakan fenomena alamnya, misalnya mengapa benda harus jatuh ke bawah, mengapa kalau kita melempar uang ke atas di atas angkot yang sedang jalan jatuhnya ke tangan lagi, dst. Itu akan jauh lebih menarik mengikutinya ketimbang disodorkan misalnya, ini lho hukum Newton, F=m*a (hafalkan ya anak-anak!).

Saya selalu menekankan pada sulung saya itu bahwa ranking tidak penting. Saya tidak mewajibkan dia mengejar ranking dengan belajar sampai ‘babak-belur’. Saya selalu menekankan, belajarlah dengan senang hati. Yang penting juga ada usaha belajar, nanti hasilnya kita syukuri saja. Saya coba untuk mengajarkan cara menghadapi hidup ini seperti itu.

“Habis teman-teman ikut bimbel. Bagas takut nanti tidak lulus ujian, tidak bisa masuk SMP 1 atau SMP 2,” keluh anak sulung saya itu yang tahun depan masuk SMP.

 Saya jadi kepikiran. Saya mungkin lupa mengajarkan tentang persaingan. Saya takut kalau mengajarkan soal persaingan secara salah, menjadikan anak berpikiran sempit. Falsafah “win-win” yang diajarkan Steven Covey itu sia-sia. Mentalnya jadi kalah-menang. “Saya harus menang, kalau tidak maka akan kalah.”

Akhirnya, hari ini saya turuti dulu untuk ikut bimbel. Nantilah sambil jalan diikuti. Semoga saya dapat membimbingnya terus ke arah yang benar.

Kenikmatan akan selalu menyertai bila selalu menerima apa yang telah kita dapat dari usaha maksimal dan tawakal. Tuhan maha tahu apa yang terbaik bagi kita.

Zidane, engkau juga manusia. Prestasimu, sportivitasmu, inspirasimu, tidaklah sirna oleh kejadian tadi pagi. Penggemarmu masih menghargaimu sebagai manusia yang utuh.

Next Page »