Ini ada alternatif freeware lagi yang kelihatannya lebih ampuh. Kalau sebelumnya ada Cleano, ini ada namanya CCleaner. Tidak hanya file temporary saja yang dapat dibersihkan tapi lebih dari itu.

Program-program dan file-file yang tak berguna dapat dibersihkannya. CCleaner juga dapat membersihkan entri-entri pada registry yang tidak digunakan lagi, termasuk ActiveX Control, font, installer, shared DLL, shortcut yang tidak valid, dsb.

Saya rencana mau nyobain, maklum PC yang saya pakai sudah mulai terseok-seok, sudah sering install dan uninstall. Anda mau coba juga? Unduhlah lewat situs PCWorld ini.

Advertisements

Saya biasa download program dan menyimpannya sementara di desktop. Celakanya, bila download tidak berhasil, file yang “tak lengkap” sudah tertera di desktop. Belakangan ini makin banyak file-file seperti ini lantaran mereka tidak mau dihapus. Kalau dihapus pesannya: ada program lain yang menggunakan program tersebut.

Tapi sekarang sudah bersih setelah saya menggunakan program Cleano dari ZeroIdeas. Cleano yang gratis ini dapat menghapus file temporay baik di Windows maupun di Internet Explorer, menghapus file di Recycle Bin, dll.

Opsi penghapusan.

Opsi penghapusan.

Program ini tidak secara langsung menghapus file-file tak berguna di desktop saya tadi. Tetapi setelah saya menjalankan Cleano dan menghapus Clean User’s Temp, Clean Recent Items, Desktop Run History, Clean Recycle Bin, dan Clean Windows Temp; file-file di desktop tersebut dapat saya hapus dengan klik kanan dan Delete.

Jadi sekarang desktop saya sudah bersih.

Saya lagi mencoba program freeware alias gratis yang namanya Startup Delayer. Nama programnya kedengaran agak aneh kalau diterjemahkan, yaitu kira-kira penunda (proses) start-up. Jadi proses booting dan start-up Windows-nya menjadi lebih lama?

Sebenarnya fungsi program ini adalah menunda proses loading program-program pada saat start-up Windows. Katanya, pada proses start-up, Windows memuat (loading) program-program konfigurasi sampai dengan menjalankan program antivirus. Pada proses loading ini, katanya (lagi), program-program biasanya dimuat berbarengan dan saling berebut sumberdaya komputasi “kompi” kita. Alhasil akan makan waktu lama.

Dengan menggunakan Starup Delayer, proses tadi bisa kita “jadwalkan”. Biarkan Windows selesai dijalankan, baru program-program dimuat satu per satu. Kita dapat mengatur jadwal ini melalui jendela setting program Startup Delayer ini. Tinggal drag&drop – dari daftar program start-up ke bagian panel bawahnya.

Jendela setting-nya seperti ini:

startupdelayer2

Setelah Windows selesai start-up, maka Startup Delayer akan bekerja dan dapat menampilkan prosesnya seperti ini:

startupdelayer1

Saya belum meneliti, apakah dengan Startup Delayer, proses start-up menjadi lebih cepat. Silakan coba, dan silakan berkomentar bila Anda merasakan perbedaannya.